uL mempunyai banyak bangunan masjid tua yang masih terawat. Salah satunya, Masjid Yeni yang dibangun pada periode 1577 hingga 1663. Masjid ini memiliki ciri khas arsitektur yang bercorak laiknya masjid-masjid di Eropa. Selain banyaknya wisatawan, halaman masjid ini juga dipenuhi oleh ratusan burung merpati.Ingin menikmati keramaian Istanbul, wisatawan dapat mengunjungi Taksim Square yang terletak di jantung kota. Dulu, di kawasan ini terdapat tempat pendistribusian air bagi warga Istanbul. Tak hanya itu, patung-patung pahlawan yang pernah membela Turki juga berdiri megah di tengah kawasan ini.Tidak jauh dari Taksim Square, pengunjung bisa menyusuri Istiqlal Street. Jalan sepanjang dua kilometer ini merupakan tempat nongkrong warga Istanbul. Berbagai jenis kafe, restoran, klab malam, dan teater menghiasi sepanjang jalan itu. Ada pula Tarkoz yang berarti jalan buntu. Di sini pengunjung bisa membeli bermacam-macam kaos dengan harga murah.Wisata bangunan lainnya di Istanbul adalah Galasa Tower yang dibangun orang-orang Jenewa pada abad 14. Galasa Tower dulunya digunakan untuk mengawasi kapal yang disandarkan di pelabuhan Golden Horn. Selain itu, pengunjung bisa menikmati makanan-makanan khas Turki di bawah Jembatan Galatasara.Di bagian kedua istana terdapat harim section atau tempat tinggal para istri sultan. Para istri tersebut diajarkan cara menari, menyulam dan memainkan beberapa instrumen musik. Selain sultan, para istri yang diambil dari berbagai negara ini tidak boleh dilihat orang lain. Mereka dijaga oleh yunak atau orang Afrika yang telah dikebiri.
Kamar terbesar di Istana Topkapi memang berada di harim section. Ada pula sebuah ruangan yang digunakan untuk pertemuan rahasia. Di ruangan ini terdapat pancuran air untuk mengelabui suara saat pertemuan berlangsung.
Pada bagian ketiga Istana Topkapi terdapat sekolah untuk murid berumur 10 tahun. Semua anak-anak tersebut dipilih oleh sultan dari berbagai pelosok Turki. Sementara tempat tinggal para sultan berada di kawasan keempat. Tempat ini biasanya digunakan sultan untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadan.
Bangunan lainnya yakni Gereja Santa Sofia yang dibangun pada 532 SM pada masa kependudukan Romawi. Namun ketika Kerajaan Ottoman berkuasa, gereja ini beralih fungsi menjadi masjid. Bangunan terbesar setelah piramid di Mesir ini bertahan hingga datangnya era Renaissance. Hingga akhirnya, Mustafa Kemal Ataturk mengubah bangunan ini sebagai museum pada 1933.



